Ingin mencoba menulis cerpen seperti cerita-cerita Sitta Karina yang kamu baca di CosmoGIRL! namun kesulitan memulainya? Intip kiat-kiat penting secara bertahap berikut ini:

Baca cerpen sebanyak-banyaknya. Perhatikan bagaimana penulis membangun karakter, menyusun dialog, serta menstrukturkan plotnya.

Kumpulkan ide-ide yang ada untuk cerita. Biasa disebut inspirasi, dimana inspirasi ini bisa muncul kapan saja, di mana saja. Kadang ide-ide tersebut muncul langsung bersamaan, kadang secara bertahap sehingga kita selalu butuh notes untuk menuliskannya agar tidak lupa.

Tentukan ide dasar (premis) dan jabarkan . Setidaknya sebuah cerpen harus memiliki:
.......1) Eksposisi (ceritanya mengarah pada suatu klimaks)
.......2) Klimaks (titik balik dalam cerita akibat konflik antar karakter atau di dalam karakter itu sendiri)
.......3) Resolusi (suatu akhir yang cukup memuaskan bagi pembaca, dimana konflik sentral terselesaikan – atau tidak)

Ketahui karaktermu secara mendetail. Kita harus bisa mendalami sifat, motivasi, dan sudut pandang karakter cerita yang kita ciptakan ini. Tentunya kita tidak bisa mengikutsertakan seluruh informasi tentang si karakter dalam cerpen. Tapi dengan mengetahui karakter secara mendetail, karakter tersebut akan semakin “hidup”—bagi kamu, juga pembacamu.

Batasi panjang ceritamu. Kejadian-kejadian utama yang terjadi pada cerpen harus dibatasi dalam jangka waktu pendek, berbeda dengan novel yang lebih panjang, kompleks, dengan karakter pendukung dan subplot yang lebih banyak. Secara umum, dalam cerpen kita cukup membangun 2-3 karakter utama, 1 plot, dan 1 setting saja.

Tentukan siapa yang akan bercerita. Apakah itu sudut pandang orang pertama (“aku, saya”) atau orang ketiga “(dia”). Sudut pandang orang kedua jarang digunakan.

Mulai menulis. Rumuskan dulu tema, plot, dan karakter, baru kembangkan plot tersebut menjadi draft kasar. Tulis apa yang ingin kamu tulis. Don't hold back .

Kalimat pertama ceritamu sangat penting. Inilah yang menjadi penarik perhatian pembacamu. Jangan bertele-tele menjelaskan karakter atau informasi tidak penting lainnya karena dalam cerpen, kamu tidak punya ruang banyak untuk bercerita.

Tetap menulis secara teratur. Lakukan proses kreatifmu ini—menulis, mengembangkan cerita—secara teratur, tiap hari, walau mungkin hanya sebentar. Asah pikiran untuk terus mengolah cerita.

Biarkan ceritamu mengalir. Dalam proses menulis ini, kamu mungkin ingin mengubah plot, membunuh suatu karakter, dan lainnya. “Dengarkan” apa kata si karaktermu di kepala.

Revisi dan edit. Setelah cerita selesai, sebisa mungkin diamkan dulu (min.) selama 2 hari, lalu lihat kembali ceritamu. Proses penyuntingan seperti ini akan memudahkan kamu “melihat” kesalahan dan kekurangan ceritamu dengan lebih mendetail.

Minta opini kedua dari keluarga/teman dekat. Minta pendapat dan masukan sesungguhnya atas ceritamu yang sudah disunting ini kepada mereka. Dengarkan baik-baik apa kata mereka dan jangan berargumen.

Gabungkan seluruh edit, revisi, dan masukan yang valid tersebut. Cerpenmu akan menjadi lebih baik kalau kamu dengan jeli mempertimbangkan semua kritik konstruktif yang masuk, tapi bukan berarti kamu harus mengikuti semuanya.

 

Ada beberapa tips tambahan yang sama pentingnya:
.......1) Kalau tidak ada keluarga/teman dekat untuk dimintai opini, kamu bisa bergabung di grup tulis-menulis (yang ada di daerahmu atau secara online )
.......2) Kamu bisa menulis kejadian-kejadian lampau dan fantasi, mencampurkannya dalam ceritamu.
.......3) Lakukan riset
.......4) Awali dengan pre-writing work (kegiatan menyusun tema, plot, karakter utama cerpen)
.......5) Kalau kesulitan brainstorming , coba buat jaring-jaring atau tabel dari karakter yang menghubungkan satu karakter ke lainnya. Tuliskan peranan mereka masing-masing
......... dalam cerita.
.......6) Kembangkan gaya menulismu.
.......7) Jangan berpikir terlalu keras pada satu waktu yang sama ketika menyusun cerita. Berhenti sejenak, dan kembali lagi menulis setelah kamu istirahat.
.......8) Mainkan playlist lagu favoritmu selama menulis. Cara ini efektif memicu ide-ide fantastis mengalir keluar.