Setiap penulis, amatir maupun ahli, pasti pernah mengalami yang namanya “kebuntuan menulis” atau Writer's Block . Karena hal itu lumrah sekali dalam bidang ini, maka sebaiknya kalian rehat sejenak, renungi kembali apa penyebabnya, dan hentikan kegiatan tulis-menulis kalian untuk menghindari hasil akhir dari karya yang justru tidak bagus.

Ada beberapa cara yang bisa kalian usahakan untuk mengatasi kebuntuan ini, dengan:

Lakukan kegiatan yang kalian inginkan, tapi tetap beri batas.
Kamu suka dance atau jejingkrakan dengan pom-pom? Kamu suka beladiri? Yoga? Basket? Origami? Lakukan semua itu sebagai pengganti kegiatan menulis, dan jangan pikir berlarut-larut tentang ide cerita yang buntu itu karena akan semakin susah menemukan jalan keluarnya. Biarkan tubuh dan pikiran istirahat dulu secara alami, keluar dari rutinitas yang mengungkung, dan ide itu akan muncul kembali pada saat yang bahkan kalian tidak sadari.

Dengarkan musik yang inspirasional.
Berdasarkan pengalaman pribadi, ketika aku mendengarkan musik instrumental Jepang (biasanya dalam instrumen piano dan biola), pikiran jadi rileks dan insting dan pikiran justru lebih tajam, sehingga mood dan karakter dalam penulisan cerita dapat terbentuk lebih baik.

Pergi ke tempat yang tidak biasa.
Lepaskan diri sesekali dari hiruk-pikuk suasana urban perkotaan. Coba cari tempat nongkrong baru yang bukan tempat biasanya; kalau kamu biasa ke Studio 21 untuk nonton film, kenapa sekarang tidak main ke komunitas penggemar film-film indie? Tempat baru—suka atau tidak disukai—dapat menimbulkan secercah ide baru di kepalamu.

Corat-coret di buku notes kamu.
Buatlah garisan, bentuk, dan gambar objek sesukamu. Secara tidak langsung, itu adalah ekspresi perasaanmu yang sedang jenuh atau kacau. Dan dengan melakukan itu berarti kamu telah mengeluarkan isi hatimu secara visual.

Buat cerita lain yang baru dan berbeda.
Kamu sedang menulis novel tapi buntu di tengah jalan? Sepertinya novelmu ini adalah karya tulis tanpa akhir? Kalau begitu, hentikan dulu. Ketika otak kamu jenuh hingga kreasimu jadi monoton, tanpa disadari di dalam otak telah terformulasi ide lain. Langsung tuangkan itu dalam bentuk cerpen, essay, atau memoir . Bikin yang singkat, jangan sepanjang novel. Siapa tahu karya baru ini bisa menghasilkan sesuatu, bukan?