Media Online
Jawa Pos Online » Kumpulan Cerpen yang Menginspirasi
Jawa Pos Online » Memaknai Risiko lewat Cerpen Satu Hari Berani Karya Sitta Karina
Jawa Pos Online » Romantisme di Tengah Hujan
Sembarang.com » Teenlit Serial ala Sitta Karina
Sembarang.com » Magical Seira's Book Launching

 

Media Cetak
CITACINTA, Juli 2007
...

 

JOLLIE, Februari 2007
...

 

TRAX, Desember 2006
...

 

21 DEGREE, Agustus 2006
...

 

COSMOGIRL!, Juli 2006
...

 

GOGIRL!, Mei 2005
...

 

Artikel tentang Mara Karma
MARA KARMA kelahiran Bukittinggi, 23 Agustus 1926, merupakan salah satu perintis jurnalisme di Indonesia bersama Tengku Sjahrir dan SM Syaaf dengan mendirikan PWI Kring Jakarta. Sampai kini Hari Pers Nasional di Indonesia diperingati sesuai tanggal terbentuknya PWI tersebut. Ketika seluruh wilayah Republik Indonesia lumpuh oleh agresi Belanda, Mara Karma merupakan pemuda pejuang yang dengan berani menancapkan bendera merah putih di atas Jam Gadang, Padang, untuk menunjukkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia masih berdiri. Saat itu pemerintahan pusat yang bersifat sementara dipindahkan ke Bukittinggi dan dinamai Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Selain seorang jurnalis, Mara Karma merupakan pelukis yang aktif menghasilkan karya-karya beraliran impresionis semasa hidupnya.

Lepas dari status Sitta Karina sebagai cucu pertamanya, ia ingin menjadikan halaman ini bentuk apresiasi dan tanda kasih sayangnya terhadap beliau: kakek dan ‘pejuang' yang selalu dikaguminya.

“Gaya bertulisnya yang segar dan remaja makin mengukuhkan nama Sitta Karina sebagai penulis teenlit. Berkat buku terbarunya pula, Magical Seira #2: Seira & Abel's Secret, Sitta diajak Sarah Mlynowski (pengarang teenlit ‘Bras and Broomsticks) buat gabung dalam komunitas penulis teenlit dari Amerika Serikat dan Kanada.”
“Saya bangga Lukisan Hujan bisa jadi buku best-selling sampai kini, dan itu memacu saya untuk tetap menulis karya yang ‘berkelas', memiliki pesan edukatif, dan tetap bisa dinikmati oleh semua golongan.”
“Sitta Karina ingin tetap menulis, ingin belajar menulis skenario, dan memperdalam fashion design ...”
“Yang unik dari karya fiksi Sitta adalah adanya kesatuan dan kesinambungan logika di dalamnya. Lebih dari itu, pesan penting yang mendasari karya-karyanya adalah ihwal balance of life -- keseimbangan antara berbagai aspek kehidupan.”
“Untuk terus maju, Sitta selalu belajar dari karya orang lain. Selain itu, ia membiasakan tulisannya dibaca orang lain untuk kemudian melihat perbaikan dari kritik dan masukan mereka. Menurutnya, seorang penulis harus suka membaca, dan saat menulis, semua indera harus dikerahkan sebagai satu kesatuan...”
Family bonding adalah salah satu pesan kunci dalam karya Arie (Sitta Karina - red)... dan itu diambil dari keseharian hidupnya yang sangat cinta keluarga. Mereka bahkan tidak berkeberatan namanya dipakai untuk tokoh dalam cerita.”