Mengapa Sitta tertarik dengan dunia tulis-menulis?
Sejak kecil (usia 4 tahun) saya kagum dan terbiasa melihat almarhum kakek, Mara Karma (pelukis, wartawan senior, kurator DKJ) menulis corat-coret untuk essay, jurnal, dan catatan pribadinya. Jadi karena biasa menghabiskan waktu bersama beliau, kebiasaan itu pun mulai saya ikuti ketika beranjak 8 tahun. Banyak hal (ekpresi, imajinasi, dan kesan) yang dapat ‘dilukis’ dengan kata-kata.

Apa yang menginspirasikan Sitta dalam menulis – dan nggak pernah kehabisan ide?
Warna-warni kehidupan ini sendiri. I always love life -- and can’t help not to describe them with words. Kehidupan yang beragam ini otomatis membuat ide saya juga jadi beragam.

Apa pemikiran yang ingin Sitta sampaikan kepada pembaca dari karya-karya yang ditulisnya?
Saya ingin para pembaca -- terutama remaja Indonesia -- dapat mengambil nilai-nilai positif untuk menjadi generasi penerus yang cerdas, berbudi pekerti baik, mengglobal namun tetap menjaga prinsip dan budaya Indonesia, serta mengacu pada balance of life . Jadi semua tidak dilihat semata dari pergaulan luas, materi cukup, atau sekadar ikut tren yang berlaku saja, walau memang dari segi penulisan, cerita-ceritaku cenderung masuk dalam kategori pop literature.

Kenapa bisa muncul karakter keluarga Hanafiah? Apakah semua karakter itu ada?
Ya. Nama Hanafiah merupakan salah satu nama dari keluarga besarku. Dan kenapa bisa muncul nama itu? Sejujurnya ini dimulai karena saya memang menyukai nama Indonesia dimana asal nama ini sendiri dari Tanah Minang. Walau keluarganya nyata, namun karakter-karakter Hanafiah di ceritaku adalah fiktif semata.

Apa ide dasar dan inspirasi dalam membuat keluarga besar Hanafiah?
Ide awal muncul ketika saya merasa hangat di tengah keluarga besarku sendiri, dan ketika saya melihat sepupu-sepupu saya membayangkan: ‘Pasti menarik nih kalau misalnya kehidupan mereka dibuat kisahnya masing-masing’ -- dan tentunya dengan karakter yang berbeda.

Apa maksud ‘Stila' pada novel ‘Stila-Aria?
‘Stila' merupakan plesetan slang dari kata bahasa Italia sesungguhnya ‘stilo' (style / gaya ). Jadi ‘Stila-Aria' maksudnya adalah ‘Aria with style', atau Aria dengan segala gaya uniknya sendiri dalam menyelesaikan pelbagai masalah dirinya dan teman-temannya.

Koleksi buku Sitta di toko buku tidak lengkap. Bagaimana cara mendapatkan buku-buku Sitta yang tidak ada di toko buku?
Kamu bisa pesan langsung ke Terrant Books via telpon di 021-7545772 / 021-7541329 / 0817-6555269. Atau, cara lain adalah dengan membelinya secara online dan lihat daftar toko bukunya di sini.

Aku pengen punya buku-buku Sitta juga, tapi aku tinggal di luar daerah P. Jawa / luar negeri. Gimana cara dapetinnya?
Kamu bisa membeli online dengan meng-klik ini. Caranya sangat mudah. Pembelian dapat dilakukan dari belahan dunia manapun, dan buku akan dikirim ke manapun kamu berada.

Apakah nantinya seluruh karakter Hanafiah akan dibuat ceritanya?
Tidak semua. Hanya beberapa saja, yaitu ‘generasi mudanya’. Cerita tentang Hanafiah akan dipublikasikan baik dalam bentuk novel maupun cerpen. Untuk lebih tahu lagi tentang keluarga ini, kalian bisa download silsilah keluarga Hanafiah di sini.

Banyak nama tokoh yang unik di cerita Sitta yang berunsur Sansekerta. Apa ada alasan spesifik untuk itu?
Ya, ada. Akar budaya Indonesia kan juga berasal dari India kuno, jadi menurutku nama-nama Sanskrit juga cukup mewakili nama-nama Indonesia. Preferensi lain adalah nama kawi/Jawa kuno, dan sampai kini, saya masih berusaha mempelajari nama dan karakter dari daerah lain di Indonesia juga. Selain itu, saya juga suka sekali baca Mahabharata dan Ramayana, dan banyak inspirasi nama dapat diambil dari epos tersebut.

Mengapa e-mailku tidak dibalas oleh Sitta?
Saya selalu membalas e-mail pembaca, walau itu dalam waktu yang cukup lama (maksimal 2 minggu). Karena saya juga memiliki kegiatan lain yang harus dilakukan, bukan hanya mengecek e-mail saja. Namun, apabila e-mail kalian tidak juga dibalas, berarti ada kemungkinan:
- Server sedang error, sehingga walaupun saya sudah membalas e-mail kalian tapi e-mail tersebut tidak sampai.
- E-mail yang kalian kirim kepada saya tidak sampai. Ada baiknya kalian juga mengirim e-mail tersebut ke sittakarina@yahoo.com.

Apa pengalaman unik Sitta dalam menulis?
Saya tidak akan pernah melupakan momen saat memangku laptop  dan menulis “di antara awan” ketika masih menjadi konsultan di Tembagapura, Papua. Karena Tembagapura terletak di dataran sangat tinggi, dan tersembunyi di antara awan, maka di situ selalu turun hujan. Saya paling suka menulis di kala hujan sambil menyeruput kopi. Menulis di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk Jakarta ternyata malah mampu mempertebal daya kerja imajinasi saya!

Mengapa Sitta memilih menjadi penulis cerita remaja?
Masa remaja adalah masa-masa ‘ajaib’ dalam hidupku. Senang, seru, ‘gila’, dan penuh warna, tapi salah-salah bisa menyesatkan kita. Saya senang dapat melewati masa itu dengan baik dan ingin selalu membaginya dengan remaja Indonesia lain lewat tulisan.

Apakah Sitta akan menulis cerita untuk dewasa, chicklit atau sastra misalnya, atau bahkan cerita anak-anak?
Walau belum sekarang, tapi itu tidak menutup kemungkinan.

Novel Sitta yang aku beli ada cacatnya (halaman kurang/terbalik/dobel, tulisan/gambar tidak jelas, dll), sedangkan struk pembelian toko buku sudah aku buang. Apakah Terrant Books akan menggantinya?
Tentu! Untuk kasus ini, kalian tinggal mengirimkan buku cacat tersebut pada Terrant Books dengan alamat berikut:
Terrant Books
Bukit Cinere No. 84 D
Gandul 16512
Tel: 021-7541329, 021-7545772, 0817-6555269
Fax: 021-7545772
Jangan lupa sertakan nama dan alamat lengkap kalian (+kodepos). Setelah itu Terrant akan mengirim gantinya langsung ke kamu. Kalian bisa langsung menukar buku cacat tersebut langsung tanpa struk pembelian khusus di Toko Buku Gramedia Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan.

Aku berkali-kali kirim naskah cerita ke Sitta untuk dicek dan di- review , tapi kok tidak pernah dibalas?
Mohon maaf, tapi kalau kalian mengirim e-mail atau surat melalui pos kepada saya untuk mengecek itu, saya tidak bisa melakukannya. Kenapa? Pertama, setiap hari saya sibuk sekali menulis, mengecek e-mail kalian, dan mengerjakan banyak kegiatan lainnya, dimana kalau saya memeriksa satu naskah pembaca saja, berarti itu tidak adil bagi yang lain. Kedua, tentu saja itu adalah tugas dari penerbit yang akan menerbitkan buku kalian, bukan tugas penulis seperti saya. Kalian bisa merevisi sendiri karya-karya kalian dengan berpedoman pada writing tips yang saya buat.

Kenapa LUKISAN HUJAN dan cerita-cerita Sitta lainnya nggak dijadikan film?
Beberapa waktu yang lalu memang ada production house menawarkan cerita ini untuk diangkat ke layar lebar, tapi sayangnya kita belum menemukan kesepakatan dalam hal pemaparan cerita dan format visual yang akan ditayangkan (apakah itu film/sinetron/lainnya). Jadi mohon bersabar dulu. Kita tidak ingin ceritanya jadi asal-asalan, kan?

Aku pernah baca ceritamu tentang keluarga Syadiran di majalah CosmoGIRL!, dan di family tree keluarga Hanafiah juga ada nama ‘Lara Syadiran'. Siapakah keluarga ini, dan apakah akan dibuat ceritanya juga?
Secara garis besar, keluarga Syadiran -- Hanafiah memang berhubungan dekat. Kakeknya Diaz, Mochtar Hanafiah, merupakan kakak dari Chitra Hanafiah yang kemudian menikah dengan Noto Syadiran. Berikutnya lahirlah turun-temurun Syadiran lain; salah satunya Lara Syadiran—ibunda dari Leandro, Sigra, Marina Raissa, dan Cokro “Chiko” Hanafiah. Kalau keluarga Hanafiah merupakan crème de la crème yang cenderung elit, maka keluarga Syadiran lebih ‘membumi'.

Di novel-novel Sitta banyak sekali bahasa asingnya. Sitta bisa menguasai semua bahasa itu ya?
Saya hanya aktif berbahasa Indonesia dan Inggris. Untuk bahasa lainnya (Spanyol, Jepang, dll) saya memakai jasa penerjemah. Saya rasa sebagai penulis kamu harus mau mengorbankan sesuatu (termasuk uang) demi hasil akhir karya yang maksimal.

Hal apa saja yang paling mempengaruhi proses kreatif dan topik-topik yang dibahas Sitta dalam menulis?
Obrolan keluarga, Smallville , MTV, maupun potret kehidupan hari-hari orang lain (teman, tokoh/seniman, dan masyarakat pada umumnya).

Sitta kayaknya suka banget novel luar negeri. Bisa kasih saran di mana aku bisa beli novel-novel itu?
Cari info buku asing yang kamu inginkan: judul, pengarang, penerbit, ISBN, harga (dalam US$) di Amazon. com atau BarnesAndNoble.com. Pesan buku tersebut via e-mail ke Bpk Sanipan di sanipan@javabooks.co.id sebagai perwakilan dari Periplus Bookshop . Pihak Periplus Bookshop akan menginformasikan tentang buku yang kamu order: harga dalam Rp, waktu pengambilan, dan tempat pengambilan buku. Apabila tempat tinggal kamu di luar Jakarta, lihat daftar di sini untuk menelpon Periplus Bookshop terdekat di kotamu.

* Periplus Bookshop hanya melayani pemesanan buku dengan total order minimal 3 buku.

Pernah ngalamin "writer's block", nggak? Gimana cara mengatasinya?
Pernah banget! Dan saya rasa semua penulis PASTI pernah. Cara saya mengatasi 'penyakit' ini adalah membawa tubuh & pikiran se-rileks mungkin dengan mendengarkan musik instrumental sambil nyeruput kopi, atau memanjakan diri dengan berolahraga -- pokoknya melakukan apa saja yang kita suka. Untuk lengkapnya, kamu bisa lihat di sini.

Kapan dan di mana saja Sitta biasa menulis?
Kalau saya sedang terikat kerja dengan perusahaan sebagai full-time employee, biasanya saya menulis sesudah pulang kantor sampai jam 12 malam dan pada akhir minggu. Sedangkan kalau saya sedang tidak terikat kerja, saya biasa menulis paling lama 6 jam per harinya. Kegiatan ini bisa dilakukan di kamarku, di café -- apalagi di pantai! I'm 100% a beach girl.

Apa saran-saran berguna bagi penulis baru?
1. Baca, baca, dan baca!
Kalau kamu melahap segala macam buku, kamu pasti tahu jenis cerita apa yang paling ingin kamu tulis... dan seperti apa gaya menulis yang paling cocok dengan kamu.
2. Pantang menyerah dan jangan patah arang kalau karyamu ditolak
Sebelum menjadi novel seperti ini, LUKISAN HUJAN pernah 4 kali ditolak! Mungkin penulis lain ada yang kurang dari itu, ada juga yang lebih. Apapun itu, teruslah berkarya dan jangan bosan mengirim karyamu. Waktu itu milik Yang Di Atas, jadi suatu saat karyamu mungkin dapat berhasil.
3. Menulislah setiap saat
Kalau kamu memang suka -- dan ingin -- menjadi penulis, maka menulis secara alami akan menjadi bagian dari kehidupan hari-hari kamu.
4. Selalu bawa jurnalmu -- ke mana pun kamu pergi!
Kamu lagi di eskalator dan melihat ekspresi dua orang cewek-cowok di depan kamu lagi berantem, kamu terkesima melihat ekspresi wajah mereka, dan tiba-tiba ada inspirasi karena hal itu. Walau kedengarannya agak-agak ajaib, tapi segeralah tulis apa yang kamu lihat dan rasa itu. Sekarang. Jangan tunggu-tunggu lagi.
5. Ciptakan karakter simpatis yang akan disukai pembacamu
Pikirkan tentang apa yang sangat ingin si karakter capai di dunia ini -- lebih dari apapun, serta apa saja rintangan yang akan menghadangnya.
6. Gunakan 5 indera dalam menuliskan suatu adegan
Seperti apa kelihatannya, seperti apa kedengarannya, seperti apa rasanya (taste), seperti apa baunya, dan yang terakhir, seperti apa rasanya di hati (feel)?

Untuk kiat-kiat lebih mendetail tentang tulis-menulis, kalian bisa download di sini.
Selamat berkarya!